Pulau yang jauh, sangat jauh kau bilang itu pulau terluar dari Indonesia. Apa yang kau pikirkan sampai begitu senang saat memutuskan untuk ditempatkan disana? Tidak ada jaringan lalu bagaimana dengan adat istiadat disana? Makanan? Ah tentu saja kau menyukai semua itu, kau yang memang selalu butuh yang namanya pengalaman, pengalaman selalu nomor satu di prinsipmu. Atau apakah begitu caramu melupakanku selama ini? Tuan aku akan mengatakan sedikit kalimat yang tak bisa kukatakan padamu. Kali ini benar-benar tidak bisa. Kau memblock semua sosmed dan nomorku kau benar-benar jahat. Aku bahkan tidak tau kapan kita bisa bertemu lagi mungkin dua tahun atau tiga tahun lagi ataukah tidak selamanya. Setelah hari pertemuan kita yang terakhir waktu itu aku belum sempat mengucapkan terimakasih dan maaf. Terimakasih karena kau sudah mau bela-bela datang ke daerah rantauanku, meski itu hanya sehari dan bahkan kita bertemupun hanya 2 jam saja kau bela-bela mencari rumahku saat hujan-hujan, kau bela-bela memolorkan waktu pergimu untuk lebih lama mengobrol denganku. Kalau perasaanku masih sama aku pasti akan sangat senang kau melakukan itu.kau benar-benar melakukan apa yang seharusnya kau lakukan dulu saat kita masih sama-sama. Kini aku percaya kamu sudah berubah. Kau bahkan lebih terbuka padaku kau lebih bawel dan masih tetap terlalu jujur. Mungkin kalau perasaanku masih sama saat kau jujur tentang banyaknya junior2 yang mengejarmu aku pasti akan sangat marah atau mungkin bisa sangat senang saat kau katakana kau tidak akan membalas pesan-pesan mereka lagi dan kau akan cuek ke mereka asal aku tetap bersamamu. Aku sangat berterimakasih kau mau berubah setidaknya inginku terkabulkan meskipun itu sudah sangat terlambat. Dan maaf karena menolakmu lagi, aku sangat minta maaf apabila kau pikir aku tidak menghargai perjuanganmu. Bukan. Aku sangat menghargai aku bahkan tidak bisa mengungkapkan apa-apa lagi saat kau lakukan semua demi bertemu denganku hanya untuk pamit ke Miangas, kau memperingatiku tidak ada jaringan disana supaya aku bisa memaklumi dan tidak khawatir saat kau tidak mengabariku, meskipun aku tidak minta itu tapi kau sangat percaya diri dan sangat yakin kalau perasaanku masih sama. Kau bahkan sempat meminta kejelasanku yang tidak kujawab saat itu karena kau tau? Betapa aku sangat bingung harus katakana apa padamu,aku tidak mungkin menyakitimu saat itu juga saat kau sudah berjuang sejauh itu. Maafkan aku, Tuan. Aku bahkan merasa salah tapi jelas-jelas kedatanganmu yang salah, sudah kubilang aku yang akan datang menghampirimu agar aku tidak perlu merasa bersalah kenapa harus kau yang menghampiriku? Kau sakit bukan? Kau pasti mengatakanku terlalu jahat, kau pikir aku tidak merasa kalau diriku jahat? Tapi aku tidak punya pilihan lain selain mengatakan yang sebenarnya padamu. Aku tidak pernah mau kau terluka oleh kebohonganku. Kau pantas bahagia hanya bukan denganku, setidaknya kau sudah berubah. Maaf karena sering memaksamu untuk mencari yang lebih dariku yang selalu kau tolak mentah-mentah dan memarahiku jika aku memintamu seperti itu lagi, sudah kukatakan aku tidak pantas bagimu aku mungkin hanya datang dihidupmu sebagai pembelajaran saja kaupun begitu. Hh…kau tau yang membuatku kuat selama ini? ikhlas. Kau juga harus ikhlas tidak semuanya hal yang kita inginkan bisa kita miliki selamanya. Setiap orang bahkan setiap hal yang diciptakan akan punya masanya sendiri. tapi kau harus tau, aku terus menyelipkan namamu dalam doaku, kau jangan lupa ibadah, kau tak perlu harus terlalu sibuk lagi bukan? Kau harus benar-benar serius kali ini menjalani hidupmu, jangan pikirkan aku lagi. Kau tak perlu repot-repot lagi. Sudah dari awal aku yang bertugas tau tentangmu, biarkan aku yang melakukannya, kau masih akan kupantau sampai kau benar-benar bisa mendapatkan penggantiku.
Selamat malam, Tuan yang di
Miangas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar