Total Tayangan Halaman

2,615

Selasa, 21 Maret 2017

05 Jan 2016 : di desember

Sudah terlalu malam rasanya untukku tetap terjaga dengan hamburan tisu di kamarku, sudah terlalu malam untukku yang terserang flu karena musim pancaroba di awal bulan Desember ini. Aku sedikit kecewa kenapa musim hujan terlambat datang, aku menunggunya di setiap hari pada bulan November tapi langit menundanya. Saat aku ingin menikmati rintik-rintik itu aku malah terkapar disini, bersama pengap dan penat. Ah sambil mendengarkan akustiknya Adera melewatkanmu, tidak ada hal lain yang mampu mengingatkanku sekuat ini padamu kecuali mendengarkan lagu ini, mas, kau ingat ?ini sudah tahun kedua kita tidak bersama dan aku masih tidak mengerti kenapa kau masih muncul menghantuiku, sisa-sisa kenangan itu masih ada, dan aku belum mampu menghilangkan seluruhnya, andai kau ta.  aku sudah kesekian kalinya mencoba hubungan baru bersama beberapa orang disini, padahal aku jelas ingat dulu akulah yang sangat bertekad untuk tidak mendekati siapa-siapa setelah hubungan kita berakhir, akulah yang paling keras kepala untuk tetap mau menunggumu, kalau ini masih berlanjut aku mungkin semakin yakin padamu, dan ini sudah tahun kelima hubungan kita. Aku pasti akan tidak sabaran memberikanmu kado apa atau perayaan apa yang harus kita lakukan saat anniversary kita? Ah kenapa aku masih mengingatmu, kenapa dadaku masih sesak, kenapa aku masih suka membaca pesan singkatmu yang dulu-dulu ? padahal jelas-jelas jalan kita sudah beda aku juga tidak ingin jatuh ke dalam lubang yang sama lagi, aku tidak ingin menengok ke belakang lagi. Tapi kenapa ? tiap membaca tulisanku tentangmu aku selalu terbawa perasaan, kamu taulah gadis yang pernah jadi milikmu ini memang tukang baper, saat menulis inipun mataku mulai berkaca-kaca, aku tidak mengerti emosi macam apa ini. aku merasa oksigen di ruangan ini makin berkurang tiap detik. 
Ada sesuatu juga yang meluap-luap dikepalaku, inginku bilang tapi tidak mampu, meski itu dengan tulisan sekalipun, karena kau tau aku bukanlah orang yang pandai mengungkapkan sesuatu itu secara terang-terangan, tapi aku masih tidak mampu. Lalu kenapa kenangan denganmu tidak bisa kumatikan saja? Kenapa juga kau harus memutuskan untuk tidak memilih yang lain saja lalu kau hempaskan aku lagi biar aku yakin kau tidak lagi membutuhkanku biar aku bisa pergi tanpa kekhawatiranku tanpa serangan baper lagi . kenapa juga kau haruskan serahkan hidupmu pada kesibukan yang tidak kumengerti yang memakan habis waktumu bahkan mungkin perasaanmu. Dengan begini kau seakan-akan menempatkanku ditengah-tengah jembatan bingung mau ke ujung yang mana. Kau bisa jadi bahagiaku namun bisa jadi bahayaku.
Dan seandainya waktu itu kembali, aku mungkin bisa jadi terlalu bodoh untuk tetap menunggumu saja walau tau langkahmu sudah jauh dan dengan ketidaktahuanku itu . aku bisa saja jadi seperti membunuh diriku sendiri berharap pada sesuatu yang tidak akan lagi bisa ku gapai. Tapi rupanya aku terlalu lelah dan kau terlalu semangat berlari, saat aku berhenti kau datang kembali. Aku takut mengejar lagi, takut kau berlari makin jauh lagi dan walaupun dulu kita jalan beriringin,  kita tetap tak akan menyatu.


2 komentar:

  1. Ku menangiiiiiisssss... membayangkan... betapa keejaamnya dirimu atas diriku... #backsound

    BalasHapus