Sudah
terlalu malam rasanya untukku tetap terjaga dengan hamburan tisu di kamarku,
sudah terlalu malam untukku yang terserang flu karena musim pancaroba di awal
bulan Desember ini. Aku sedikit kecewa kenapa musim hujan terlambat datang, aku
menunggunya di setiap hari pada bulan November tapi langit menundanya. Saat aku
ingin menikmati rintik-rintik itu aku malah terkapar disini, bersama pengap dan
penat. Ah sambil mendengarkan akustiknya Adera melewatkanmu, tidak ada hal lain
yang mampu mengingatkanku sekuat ini padamu kecuali mendengarkan lagu ini, mas,
kau ingat ?ini
sudah tahun kedua kita tidak bersama dan aku masih tidak mengerti kenapa kau
masih muncul menghantuiku, sisa-sisa kenangan itu masih ada, dan aku belum
mampu menghilangkan seluruhnya, andai kau ta. aku sudah kesekian
kalinya mencoba hubungan baru bersama beberapa orang disini, padahal aku jelas
ingat dulu akulah yang sangat bertekad untuk tidak mendekati siapa-siapa
setelah hubungan kita berakhir, akulah yang paling keras kepala untuk tetap mau
menunggumu, kalau ini masih berlanjut aku mungkin semakin yakin padamu, dan ini
sudah tahun kelima hubungan kita. Aku pasti akan tidak sabaran memberikanmu
kado apa atau perayaan apa yang harus kita lakukan saat anniversary kita? Ah
kenapa aku masih mengingatmu, kenapa dadaku masih sesak, kenapa aku masih suka
membaca pesan singkatmu yang dulu-dulu ? padahal jelas-jelas jalan kita sudah
beda aku juga tidak ingin jatuh ke dalam lubang yang sama lagi, aku tidak ingin
menengok ke belakang lagi. Tapi kenapa ? tiap membaca tulisanku tentangmu aku
selalu terbawa perasaan, kamu taulah gadis yang pernah jadi milikmu ini memang
tukang baper, saat menulis inipun mataku mulai berkaca-kaca, aku tidak mengerti
emosi macam apa ini. aku merasa oksigen di ruangan ini makin berkurang tiap
detik.
Ada
sesuatu juga yang meluap-luap dikepalaku, inginku bilang tapi tidak mampu,
meski itu dengan tulisan sekalipun, karena kau tau aku bukanlah orang yang
pandai mengungkapkan sesuatu itu secara terang-terangan, tapi aku masih tidak
mampu. Lalu kenapa kenangan denganmu tidak bisa kumatikan saja? Kenapa juga kau
harus memutuskan untuk tidak memilih yang lain saja lalu kau hempaskan aku lagi
biar aku yakin kau tidak lagi membutuhkanku biar aku bisa pergi tanpa
kekhawatiranku tanpa serangan baper lagi . kenapa juga kau haruskan serahkan
hidupmu pada kesibukan yang tidak kumengerti yang memakan habis waktumu bahkan
mungkin perasaanmu. Dengan begini kau seakan-akan menempatkanku ditengah-tengah
jembatan bingung mau ke ujung yang mana. Kau bisa jadi bahagiaku namun bisa
jadi bahayaku.
Dan
seandainya waktu itu kembali, aku mungkin bisa jadi terlalu bodoh untuk tetap
menunggumu saja walau tau langkahmu sudah jauh dan dengan ketidaktahuanku itu .
aku bisa saja jadi seperti membunuh diriku sendiri berharap pada sesuatu yang
tidak akan lagi bisa ku gapai. Tapi rupanya aku terlalu lelah dan kau terlalu
semangat berlari, saat aku berhenti kau datang kembali. Aku takut mengejar
lagi, takut kau berlari makin jauh lagi dan walaupun dulu kita jalan
beriringin, kita tetap tak akan menyatu.
Ku menangiiiiiisssss... membayangkan... betapa keejaamnya dirimu atas diriku... #backsound
BalasHapusNice sad song everrrr ðŸ˜ðŸ˜‚
Hapus