Pernahkah
kau merasa hampir gak makan nasi seharian? Sampai lupa rasanya lapar yang
berujung pada sakit lambung tengah malam begini, dikerumuni lembaran kertas
yang banyak cakaran-cakaran pulpen dosen serta pikiran yang melayang-layang
pada tugas buat besok yang belum ada tanda-tanda buat dinyontekin. Beneran gak
ada yang mau kerja? Mudah-mudahan benar gak ada, berhubung kertas yang mau
dipake buat tulis tugas juga sudah habis jadi semoga empat puluhan orang ini
benar-benar gak ada yang niat kerja :p tidur aja tidur….
Hhh….jadi
mahasiswa emang gak enak kalau salah jurusan, yang gak salah jurusanpun masih
sering merasa gak enak apalagi yang salahnya sudah fatal. Seperti manusia yang
satu ini bukannya niat kerja tugas malah putar arah buat ngisi blog. Because
it’s fun. Really. I have to visit my world sometimes.
Jadi
anak teknik gag enak (kuliahnya). Kompaknya OK, senioritasnya OK, ruangan berAC
nya OK, lagu kebangsaannya OK, gedungnya..lumayan OK (meski pertama kali liat
gedungnya sempat nanya ‘ini gereja?’ soalnya atapnya runcing-runcing) -_- namun
semua perubahan drastis dari diriku bermula dari tempat ini.
“eh
de, besok-besok kalau datang pakaiannya hitam-hitam. Baju ganti warna
hitam,celana juga hitam, sepatu juga” ih ampun ini senior menjengkelkan (umpatku
dalam hati kala itu) pertama kali masuk mengurus ke fakultas. Dan
teguran-teguran selanjutnya mulai berdatangan ‘eh de, bajumu kesempitan, ganti
besok, eh rambutmu pirang? Berani-beraninya pirang di kampus’ apa sih padahal
rambutku juga sudah pirang dari kecil. Benar-benar batin tersiksa sekali waktu
itu, kayak orang yang hak bicaranya diambil. Buat bergerak pun terasa terbatas,
buat jalan di area kampuspun mesti punya mental kuat, kalau bukan ditegur pasti
diteriaki. Kalau cowok-cowoknya bakalan diteriaki ‘woi botak botaak’ karena
semua kepala maba yang cowo harus gundul pacul cul. Malu, takut, jengkel,
penat, tiap hari cuman kepikiran Ya Allah kapan pulangnya? Padahal baru juga
sampai kampus -_- dan sebagai cewek pasti merasa sangat mencolok tak lain karena
jumlahnya sedikit, cuman 10 orang dari 40an laki-laki kala itu. Sekarang sudah
banyak yang minggat karena sadar bukan jurusan yang benar-benar jiwa mereka ,
lah saya? Mencoba bertahan untuk beberapa kali sampai akhirnya betah dengan
rasa penyesalan sedikit (dulu banyak) .
Aku
adalah alumni SMANSA di Kolaka, kota kecil dibagian Sulawesi Tenggara. Yang
dari kecil bercita-cita jadi dokter (sepertinya anak-anak pada umumnya memiliki
cita-cita yang sama denganku) beranjak beranjak beranjak kemudian mau jadi
penulis karena terinspirasi dari novelnya laskar pelangi, tapi sebelum itu
memang sering menulis dan buat puisi, lalu kuputuskan kalau masuk kuliah aku
akan ambil jurusan sastra, beranjak lagi, karena aku sangat menyukai bahasa
Ingris cita-citaku adalah masuk HI di UGM. Kampus yang saya idam-idamkan dari
kecil. Beranjak lagi sempat ingin jadi penyiar berita atau wartawan karena dulu
sempat menduduki jabatan sebagai ketua ekskul journalist (hahah bangga ._.)
namun disamping itu aku gemar mempelajari ilmu psikolog gara-gara papi sering
membelikan buku tentang filsafat dan semacamnya nah dari situ lagi cita-citaku
berubah menjadi psikolog sampai niat sekali mau ditempatkan di rumah sakit jiwa
-_- dan berubah lagi menjadi photographer sampai ngotot dibelikan kamera,
Alhamdulillah dapat dan tiap sore kerjaku cuman hunting terus sampai kuliah
kameraku sempat hilang, waktu itu kasusnya sempat heboh yang tak bisa
kuceritakan. Pokoknya rasanya seperti separuh jiwaku tenggelam dan akhirnya
dekat-dekat mau kuliah setelah berunding dengan papi fiks lah aku memilih
arsitek, kenapa? Aku suka menggambar, tapi sayangnya gak suka menggambar pake
mistar, aku suka sesuatu yang bebas gak pake dibatas-batasi sama mistar. Selain
arsitek aku tetap pilih HI dan psikolog semuanya di UGM, hebat bukan? Itu lewat
jalur SNMPTN tapi sayang tidak lulus. Kata mami sih terlalu sok mau ambil yang
jauh-jauh, dan kayaknya doa dari dia karena tidak mau jauh-jauh dariku.
Akhirnya saran beliau adalah pilih kampus local saja, minimal di Kendari lah
-_- waktu itu sempat nangis karena tidak lulus, biasalah anak SMA yang jiwanya
masih rapuh dan karena jiwaku masih lemah lembut pendiam pemalu tertutup dan
manja, akhirnya semuanya terasa dramatis. Masuklah aku di JILC buat bimbel buat
tes SBMPTN selama dua bulan dan sempat kost selama itu bersama tiga orang teman
yang satu SMA dan Alhamdulillah lewat tes itu akhrnya lulus. Dii….? TEKNIK
SIPIL. Padahal waktu itu sama sekali gak tau kondisinya teknik itu bagaimana
terlebih lagi di teknik sipil. Yang aku tau saat itu bahwa di teknik :
KULIAHNYA SANTAI, DOSENNYA JARANG MASUK, BANYAK LIBURNYA, JARANG TUGASNYA. Dan
semua itu adalah perkataan sepupuhku yang kuliah di ekonomi, bulan ini mau
wisuda, doakan. Amin. Meskipun perkataannya tidak akan pernah aku lupakan,
benar-benar brengsek. Betapa aku kegiarangan dengar penjelasannya kala itu,
sebagaimana yang aku inginkan adalah jurusan yang santai meskipun aku tidak
yakin juga ada yang bisa sangat santai seperti kuliah terasa bermain karena aku
bisa berbagi dengan hobbyku tapi paling tidak lebih sedikit santailah. Dan
setelah dia bilang teknik seperti itu, akupun langsung tembak teknik
sipil, pilihan kedua lupa, yang pasti ketiga adalah kehutanan -_- sebenarnya
waktu itu mau ambil pertanian biar sama dengan orangtua tapi kenapa langsung
kehutanan yah? -_-
Anndd..BINGO.
semester pertama sudah dihadapkan sama praktikum dan laporan yang subhanallah
tebalnya menyaingi buku-bukunya anak kedok yang tebalnya bisa sampai satu
jengkal. Dosennya tdak pernah tidak masuk, meskipun tidak sempat hadir pasti
ada dosen pengganti, liburnya cuman beberapa hari menjelang lebaran atau libur
semester. Itupun masuknya terbilang cepat dibanding fakultas-fakultas lain, dan
akan dibumbui dengan tugas-tugas kecil dari tiap mata kuliah, belum tekanan
dari laporan, tugas, dosen killer, senior-senior dan sama teman-teman kelompok
yang semuanya selalu cowok kecuali aku -_- .sampai beberapa kali tumbang dan
tadinya badan sempat berisi akhirnya turun drastis. Baik kaan sepupuhku yang
menipuku ini? :’) dan hal seperti it uterus kulewati tiap semester sampai
sekarang :’) namun dilain sisi, hikmahnya adalah, aku bisa lebih terbuka, bisa
sedikit gila, mau berkumpul, lebih tau kebersamaan di dalam teknik itu
benar-benar terasa. kata ‘satu untuk semua semua untuk satu’ benar-benar
tertanam baik-baik dalam diri kami. Aku belum mendapatkan keegoisan dari
siapapun di dalamnya, baik dalam masalah apapun, termasuk saat kuliah atau
midnya atau finalnya. Satu untuk semua semua untuk satu terus berlaku, sampai
satu piring berbanyak, satu gelas berbanyak, makan sering diatas daun pisang
dan duduk bersila dilantai bersama-sama, rasa kekeluargaanpun kian terasa
nikmatnya. Paling tidak karena jauh dari keluarga kami bisa saling memiliki
satu sama lain disini. And finally..aku bukanlah sosok yang manja lagi, terlalu banyak pelajaran yang kudapat bersama
mereka, terlebih lagi dari tidak ada perbedaan antara kami, kalau dulu aku akan
gengsi keluar rumah kalau tidak pakaian bagus-bagus sekarang dengan baju kaos
hitam dan celana jeans sama sepatu kets pun sudah benar-benar nyaman kugunakan.
Tak ada perbedaan sama sekali benar-benar tidak ada, semuanya terlihat sama,
pakaian tak mesti waw, bergaulnya pun sama siapapun tak peduli dengan status,
golongan, suku, agama, aku baru benar-benar merasakan punya keluarga yang
sangat dekat dalam jumlah banyak, sekitar empat puluh orang yang di dalamnya
kebanyakan orang gila. Kita adalah sampul yang diikat mati. Yang sarapan dengan
kengkreng, makan siang dengan materi, makan malam dengan laporan. Terimakasih angkatan 014. Nice to meet you.
Tidak sabar mau dipisahkan sama toga :* especially kepada sepuluh, panggilan
buat kami para cewek yang jumlahnya cuman sepuluh, yang sering dijadikan ketua
kelompok yang selalu berubah galak drastis menghadapi cowok-cowok yang
membandel tiap kerja dan asistensi laporan, sangaat berterimakasih, karena
hingga sekarang tidak ada yang keluar, masih ingat ada yang bilang waktu LDK
kalau kita adalah angkatan yang cewenya masih utuh dari semester pertama dan
lengkap datang waktu LDK. Im proud of you gaes, terimakasih sudah banyak
sama-sama membimbing, dan secara tidak langsung jadi bagian dari perubahan
si gadis lemah lembut ini menjadi lebih bisa galak dan kadang jadi
ikutan gila.sampai jumpa dengan kebaya dan gelar ST nya J
Dan
terimakasih kepada yang masih mempertahankan gondrongnya. plis, sering-sering
nyampo dan pake sisir :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar