Total Tayangan Halaman

2,615

Jumat, 21 April 2017

Satu Untuk Semua, Semua Untuk Satu - 014

Pernahkah kau merasa hampir gak makan nasi seharian? Sampai lupa rasanya lapar yang berujung pada sakit lambung tengah malam begini, dikerumuni lembaran kertas yang banyak cakaran-cakaran pulpen dosen serta pikiran yang melayang-layang pada tugas buat besok yang belum ada tanda-tanda buat dinyontekin. Beneran gak ada yang mau kerja? Mudah-mudahan benar gak ada, berhubung kertas yang mau dipake buat tulis tugas juga sudah habis jadi semoga empat puluhan orang ini benar-benar gak ada yang niat kerja :p tidur aja tidur….

Hhh….jadi mahasiswa emang gak enak kalau salah jurusan, yang gak salah jurusanpun masih sering merasa gak enak apalagi yang salahnya sudah fatal. Seperti manusia yang satu ini bukannya niat kerja tugas malah putar arah buat ngisi blog. Because it’s fun. Really. I have to visit my world sometimes.

Jadi anak teknik gag enak (kuliahnya). Kompaknya OK, senioritasnya OK, ruangan berAC nya OK, lagu kebangsaannya OK, gedungnya..lumayan OK (meski pertama kali liat gedungnya sempat nanya ‘ini gereja?’ soalnya atapnya runcing-runcing) -_- namun semua perubahan drastis dari diriku bermula dari tempat ini.

“eh de, besok-besok kalau datang pakaiannya hitam-hitam. Baju ganti warna hitam,celana juga hitam, sepatu juga” ih ampun ini senior menjengkelkan (umpatku dalam hati kala itu) pertama kali masuk mengurus ke fakultas. Dan teguran-teguran selanjutnya mulai berdatangan ‘eh de, bajumu kesempitan, ganti besok, eh rambutmu pirang? Berani-beraninya pirang di kampus’ apa sih padahal rambutku juga sudah pirang dari kecil. Benar-benar batin tersiksa sekali waktu itu, kayak orang yang hak bicaranya diambil. Buat bergerak pun terasa terbatas, buat jalan di area kampuspun mesti punya mental kuat, kalau bukan ditegur pasti diteriaki. Kalau cowok-cowoknya bakalan diteriaki ‘woi botak botaak’ karena semua kepala maba yang cowo harus gundul pacul cul. Malu, takut, jengkel, penat, tiap hari cuman kepikiran Ya Allah kapan pulangnya? Padahal baru juga sampai kampus -_- dan sebagai cewek pasti merasa sangat mencolok tak lain karena jumlahnya sedikit, cuman 10 orang dari 40an laki-laki kala itu. Sekarang sudah banyak yang minggat karena sadar bukan jurusan yang benar-benar jiwa mereka , lah saya? Mencoba bertahan untuk beberapa kali sampai akhirnya betah dengan rasa penyesalan sedikit (dulu banyak) .

Aku adalah alumni SMANSA di Kolaka, kota kecil dibagian Sulawesi Tenggara. Yang dari kecil bercita-cita jadi dokter (sepertinya anak-anak pada umumnya memiliki cita-cita yang sama denganku) beranjak beranjak beranjak kemudian mau jadi penulis karena terinspirasi dari novelnya laskar pelangi, tapi sebelum itu memang sering menulis dan buat puisi, lalu kuputuskan kalau masuk kuliah aku akan ambil jurusan sastra, beranjak lagi, karena aku sangat menyukai bahasa Ingris cita-citaku adalah masuk HI di UGM. Kampus yang saya idam-idamkan dari kecil. Beranjak lagi sempat ingin jadi penyiar berita atau wartawan karena dulu sempat menduduki jabatan sebagai ketua ekskul journalist (hahah bangga ._.) namun disamping itu aku gemar mempelajari ilmu psikolog gara-gara papi sering membelikan buku tentang filsafat dan semacamnya nah dari situ lagi cita-citaku berubah menjadi psikolog sampai niat sekali mau ditempatkan di rumah sakit jiwa -_- dan berubah lagi menjadi photographer sampai ngotot dibelikan kamera, Alhamdulillah dapat dan tiap sore kerjaku cuman hunting terus sampai kuliah kameraku sempat hilang, waktu itu kasusnya sempat heboh yang tak bisa kuceritakan. Pokoknya rasanya seperti separuh jiwaku tenggelam dan akhirnya dekat-dekat mau kuliah setelah berunding dengan papi fiks lah aku memilih arsitek, kenapa? Aku suka menggambar, tapi sayangnya gak suka menggambar pake mistar, aku suka sesuatu yang bebas gak pake dibatas-batasi sama mistar. Selain arsitek aku tetap pilih HI dan psikolog semuanya di UGM, hebat bukan? Itu lewat jalur SNMPTN tapi sayang tidak lulus. Kata mami sih terlalu sok mau ambil yang jauh-jauh, dan kayaknya doa dari dia karena tidak mau jauh-jauh dariku. Akhirnya saran beliau adalah pilih kampus local saja, minimal di Kendari lah -_- waktu itu sempat nangis karena tidak lulus, biasalah anak SMA yang jiwanya masih rapuh dan karena jiwaku masih lemah lembut pendiam pemalu tertutup dan manja, akhirnya semuanya terasa dramatis. Masuklah aku di JILC buat bimbel buat tes SBMPTN selama dua bulan dan sempat kost selama itu bersama tiga orang teman yang satu SMA dan Alhamdulillah lewat tes itu akhrnya lulus. Dii….? TEKNIK SIPIL. Padahal waktu itu sama sekali gak tau kondisinya teknik itu bagaimana terlebih lagi di teknik sipil. Yang aku tau saat itu bahwa di teknik : KULIAHNYA SANTAI, DOSENNYA JARANG MASUK, BANYAK LIBURNYA, JARANG TUGASNYA. Dan semua itu adalah perkataan sepupuhku yang kuliah di ekonomi, bulan ini mau wisuda, doakan. Amin. Meskipun perkataannya tidak akan pernah aku lupakan, benar-benar brengsek. Betapa aku kegiarangan dengar penjelasannya kala itu, sebagaimana yang aku inginkan adalah jurusan yang santai meskipun aku tidak yakin juga ada yang bisa sangat santai seperti kuliah terasa bermain karena aku bisa berbagi dengan hobbyku tapi paling tidak lebih sedikit santailah. Dan setelah dia bilang teknik seperti itu, akupun langsung tembak teknik sipil, pilihan kedua lupa, yang pasti ketiga adalah kehutanan -_- sebenarnya waktu itu mau ambil pertanian biar sama dengan orangtua tapi kenapa langsung kehutanan yah? -_-

Anndd..BINGO. semester pertama sudah dihadapkan sama praktikum dan laporan yang subhanallah tebalnya menyaingi buku-bukunya anak kedok yang tebalnya bisa sampai satu jengkal. Dosennya tdak pernah tidak masuk, meskipun tidak sempat hadir pasti ada dosen pengganti, liburnya cuman beberapa hari menjelang lebaran atau libur semester. Itupun masuknya terbilang cepat dibanding fakultas-fakultas lain, dan akan dibumbui dengan tugas-tugas kecil dari tiap mata kuliah, belum tekanan dari laporan, tugas, dosen killer, senior-senior dan sama teman-teman kelompok yang semuanya selalu cowok kecuali aku -_- .sampai beberapa kali tumbang dan tadinya badan sempat berisi akhirnya turun drastis. Baik kaan sepupuhku yang menipuku ini? :’) dan hal seperti it uterus kulewati tiap semester sampai sekarang :’) namun dilain sisi, hikmahnya adalah, aku bisa lebih terbuka, bisa sedikit gila, mau berkumpul, lebih tau kebersamaan di dalam teknik itu benar-benar terasa. kata ‘satu untuk semua semua untuk satu’ benar-benar tertanam baik-baik dalam diri kami. Aku belum mendapatkan keegoisan dari siapapun di dalamnya, baik dalam masalah apapun, termasuk saat kuliah atau midnya atau finalnya. Satu untuk semua semua untuk satu terus berlaku, sampai satu piring berbanyak, satu gelas berbanyak, makan sering diatas daun pisang dan duduk bersila dilantai bersama-sama, rasa kekeluargaanpun kian terasa nikmatnya. Paling tidak karena jauh dari keluarga kami bisa saling memiliki satu sama lain disini. And finally..aku bukanlah sosok yang manja lagi,  terlalu banyak pelajaran yang kudapat bersama mereka, terlebih lagi dari tidak ada perbedaan antara kami, kalau dulu aku akan gengsi keluar rumah kalau tidak pakaian bagus-bagus sekarang dengan baju kaos hitam dan celana jeans sama sepatu kets pun sudah benar-benar nyaman kugunakan. Tak ada perbedaan sama sekali benar-benar tidak ada, semuanya terlihat sama, pakaian tak mesti waw, bergaulnya pun sama siapapun tak peduli dengan status, golongan, suku, agama, aku baru benar-benar merasakan punya keluarga yang sangat dekat dalam jumlah banyak, sekitar empat puluh orang yang di dalamnya kebanyakan orang gila. Kita adalah sampul yang diikat mati. Yang sarapan dengan kengkreng, makan siang dengan materi, makan malam dengan laporan.  Terimakasih angkatan 014. Nice to meet you. Tidak sabar mau dipisahkan sama toga :* especially kepada sepuluh, panggilan buat kami para cewek yang jumlahnya cuman sepuluh, yang sering dijadikan ketua kelompok yang selalu berubah galak drastis menghadapi cowok-cowok yang membandel tiap kerja dan asistensi laporan, sangaat berterimakasih, karena hingga sekarang tidak ada yang keluar, masih ingat ada yang bilang waktu LDK kalau kita adalah angkatan yang cewenya masih utuh dari semester pertama dan lengkap datang waktu LDK. Im proud of you gaes, terimakasih sudah banyak sama-sama membimbing, dan secara tidak langsung jadi bagian dari perubahan si gadis lemah lembut ini menjadi lebih bisa galak dan kadang jadi ikutan gila.sampai jumpa dengan kebaya dan gelar ST nya J


Dan terimakasih kepada yang masih mempertahankan gondrongnya. plis, sering-sering nyampo dan pake sisir :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar