Total Tayangan Halaman

2,615

Selasa, 07 Agustus 2018

Realistic Vs Imaginative


Realistis. Aku benci itu. Hidupku sudah penuh dengan khayalan sejak dulu.dan aku nyaman akan itu. Dan akulah manusia itu, si keras kepala yang mempertahankan segala macam khayalannya yang belum tentu benar. Mempertahankan argument yang selalu kalah dari si realistis. Katanya, apa yang aku pikir itu tidak benar, apa yang aku bayangkan itu tidak benar, lalu bagaimana kalau aku menyebutnya sebagai firasat?. Hh.. kau tak akan percaya. Kaupun tak mengerti. Manusia seperti aku ini memang penuh dengan buaian khayalan yang tidak masuk akal. Tak perlu kau cemas, aku bisa menjadi lebih tenang bila kau maklumi aku. Tak perlu kau tekankan bahwa akupun harus seperti mu, berpikir realistis karena memang dunia ini nyata, apa yang didepanmu nyata. Aku tidak begitu, aku tak suka begitu. Aku lebih suka dengan diriku, dengan tingkat khayalanku yang kau bilang terlalu tinggi dan tidak masuk diakalmu.  Jika kau mau, mari memasuki ruang kecil yang berbeda dari duniamu, tapi menurutku ruangan itu lebih besar dari sekedar duniamu. Aku bahkan bisa mengubahmu menjadi kelinci raksasa dengan ekor kuda, jika aku mau. Kau tau? Khayalan itu bebas, lalu gratis. Aku suka bosan menyaksikan duniamu, menyaksikan pikiranmu yang penuh dengan peraturan diotakmu, yang ini harus begini, yang itu harus begitu dan tidak bisa diubah. Kalau kau pikir hidup ini seperti matematika maka aku lebih pilih hidupku sebagai ilmu social, kau bebas memainkan logikamu tanpa terikat ilmu pasti. Dan sepertinya nyatanya akupun benci matematika. Kalau sekali-kali kau ingin melihat dirimu jatuh dari Pluto ke bumi secara berulang-ulang, mari masuk disisi tak masuk akalku, mungkin kau bisa merasakan aku yang menginginkanmu begitu. kau tak bekhayal ? pernah tapi sekali lagi mengkhayalkan yang realistis, kau tau itu bagiku membosankan. mari duduk, minum kopi, dan buat kata-kata apa yang cocok untuk kopimu, antara hitam dan pahit yang mampir dibibirmu yang mungkin tak bisa berucap. karena mengarang kata. aku yang menang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar